Oleh: hafidzohalmawaliy | Juni 27, 2008

Atas Nama Tan Malaka dan Fritjof Capra

Puisinya sdh jadi tapi perlu diedit…
kirimlah..
untuk puisi,,, sebelum diedit adalah hasil yang asli..
ah ternyata rumit untuk diuraikan
mana puisinya..
aku tidak tau harus memotongnya dari mana?
Hamba Hukum…

sejak itu aku tidak pernah berpuisi lagi
sampai hari ini…
dan aku merasa resah sekali
tapi sudahlah…
apa pendapatmu?
Sebentar..
belum selesai kubaca…
MANTAAAAAAAAAAAPPPPPPPPPPP
??????
apa boleh langsung ku posting di blog ku??
tentu tapi kau tak perlu menyebutku
Kenapa???
“aku tidak punya alasannya”
???
Itu saja judul yang diberikan ya???
jika sudah diposting kasih tahu aku..
aku hanya edit satu huruf “G” yang tertinggal dan merubah font-nya
setuju

SUDAH…
akan kulihat…
lucu sekali
kenapa ada aladin di sana?
aladin mencari sesuatu di bulan..
menurutku ada banyak kekuatan di sana yang bisa kita jadikan angel
apa itu?
menurut kau sendiri yang mana?
“tentang hukum itu sendiri
hamba hukum
terus…
sang bapak
perempuan dan adatnya…
lalu…
aku tidak pandai menganalisa
cobalah kau teruskan
sudahlah biarkan saja apa adanya..
tidak perlu didistorsi dengan angel
perempuan memang selalu begitu

aku boleh tahu pendapatmu?
dari tadi kau tidak komentar?
kalau boleh
ajari aku menganalisa sesuatu…
menganalisa apa?
menganalisa setiap hasil…
yang mana?
puisi itu kah??
terserah yang mana saja
maksudku untuk bisa membuat analisa yang baik
aku saja masih belum baik…
apa yang harus dilakukan orang?
aku pikir kau sudah mulai itu

buktinya?
aku tahu cara berpikirmu runut
berusaha runut saja..
wah sepertinya kau memang tidak mau membagi ilmunya denganku?
apa aku perlu daftar ulang dulu baru bisa kuliah denganmu
wahai hamba hukum?
ya sudahlah
Haha..

ada dua buku yang sangat berarti bagiku…
apa itu?
Madilog yang ditulis Tan Malaka
satunya lagi?
satunya lagi … Jaring2 Kehidupan yang ditulis Fritjof Capra
yang terakhir novel kah? esai?
bukan…

dahulu aku hampir bersinggungan dengan Tan Malaka
tetapi tak jadi
aku telah menarik diri dari kawan2 …
Kenapa?
lalu apa hubungan antara Tan Malaka dengan lembaga itu?
tak ada barangkali……,
hanya saja mereka yang mengenalkannya padaku
saat itu aku merasa aku lebih tenang dengan menulis
tapi aku lupa sesuatu…

Para pejuang kita dipermulaan republik kebanyakan adalah manusia indonesia yang brilyan.
selanjutnya?
Pemikir yang visioner…
mereka mendalami modernisme sedalam-dalamnya..
untuk menjadikan bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa lainnya..
lalu?
gelombang modernisme itu yang memberikan perubahan pemikiran yang sangat mendasar bagi perkembangan perjuangan bangsa…
Itulah Modernisme…

apa perubahan itu…
Cara berpikir rasional dan meninggalkan tradisi..
Sebut saja Kartini, Hatta, Yamin, Tan Malaka, Soekarno.. dst
meninggalkan tradisi? apa maksudnya?
ke mana mereka pergi bersama modernisme itu?
Kemerdekaan katanya, meskipun hanya proklamasi saja..
“…hanya proklamsi…”
???

Kau tahu, aku ingin berteriak..
teriaklah…
aku tak bisa…

besok bawakan aku salah satu dari 2 buku itu?
aku hanya punya satu..
yang mana?
Tan Malaka..
Boleh…

untuk Capra
aku pernah melihatnya di rak buku temanku
apa judul yang di rak buku temanmu?
aku harus melihatnya lagi
setahuku ada 5 buku Capra yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia…
di antaranya Jaring-jaring Kehidupan..
apalagi?
The Tao of Physics
The Hiden Connection
Uncommon Wisdom (Kearifan Tak Biasa)
kalau tidak salah The Tao of Physics
The Turning Point (Titik Balik Peradaban)
Dari 5 buku Capra, aku baru punya empat
atau barangkali yang terakhir ini

Kau bilang hanya punya Tan Malaka?
Iya, sekarang sedang mencari buku jaring-jaring kehidupan (The Web of Life) itu..
Sulit sekali mencarinya…

apa menurutmu yang paling berpangaruh dari Tan Malaka dan Capra?
Mereka mengajarkan cara berpikir dan cara melihat kehidupan..
menurut mereka bagaimana?
Mereka berbeda..
?
Tan Malaka mengajarkan berpikir rasional dan logikal
untuk melepaskan masyarakat Indonesia dari Takhayul..
lalu….?
dan Capra….?
Capra mengajak kita untuk berefleksi
bahwa cara berpikir dikotomik dan mekanik sudah berkontribusi besar membawa kesesatan..
“kesesatan” dalam tanda kutip
apa itu?
apa output keduanya sama?
berbeda,,
Malaka mengajarkan tentang materialisme,,
ohya?
hei aku salahkah memahaminya guru?
bagaimana dengan Capra?
materialisme sebagai basis daripada ide…
keduanya bertentangan..
dari pandangan demikian, banyak kaum materialis menolak eksistensi yang gaib, seperti Tuhan
Bagi Malaka, yang gaib itu adalah yang belum bisa terungkap oleh pikiran rasional..
tetapi ada?
bagi kalangan materialisme, yang “ada” hanyalah yang materi, yang mewujud
dan dapar ditangkap panca indera..

ka2 sama…
aku belum bisa melihat beda keduanya?
termasuk, misalnya surga dan neraka, pahala dan dosa,
atau apa saja yang menjadi basis suatu “agama”
Capra melihat dua perbedaan antara materi dan ide itu sebagai suatu kesejajaran..
sorry muridnya lola..
antara sains dan agama…
dia ceritakan itu pertama kali dalam The Tao of Physics..

kalau begitu keduanya tidak bisa dikompare
Kenapa tidak bisa diperbandingkan??
antara kaki kanan dan kaki kiri tidak bisa dibandingkan
Masa iya????
Ka2 tolong aku…
bukankah perbandingan itu beranjak dari suatu persamaan untuk menemukan perbedaannya??
atau sebaliknya…
ha?

apa impact yang ditimbulkan dari pemikiran keduanya?
konkrit…???

sekarang tunjukkan padaku di masa kini
sekarang sedang di halte…
mungkin halte busway..
sedang menunggu jemputan…
siapa?
Ka2 jangan buat aku puyeng
Hahaa…
Kau silahkan baca saja bukunya..
ok. besok bawa ya…

tapi kau curang
harusnya kau tunjukkan padaku impactnya
sebab aku tidak bisa menjelaskan pemikiran yang besar itu ke dalam kotak sekitar 15 Cm ini..
he he he

Impactnya bagi aku sangat personal
ohya? bagi hamba hukum sendiri?
konkrit…?
Sesuatu yang aku tuliskan dalam kata pengantar skripsiku dulu..
emmm
bentar aku ambil kutipannya..
bawa juga skripsnya
akan aku baca
Mungkin agak panjang…
Oky..
tidak bermaksud Narsis, tapi ini ungkapan termakasih yang tidak berbunyi
dan tidak mereka dengar… semacam percakapan pribadi:

Rasa hormat penulis kepada “Guru Tata Negara Penulis yang Pertama,” Bapak Muhammad A.R yang telah memberi bekal ilmu yang cukup banyak. Kemudian kepada tokoh-tokoh yang telah banyak memberikan inspirasi bagi penulis lewat buku-buku: Satjipto Rahardjo (hukum), Tan Malaka dan Fritjof Capra (filsafat) yang telah memisahkan dan mengembalikanku kepada “Tuhan,” Gunawan Mohamad (budaya), Jalaludin Rakhmat (komunikasi), Eric Fromm (psikologi), dan Sang Proklamator, Soekarno (Politik). Buku-buku mereka adalah suatu wilayah pergulatan untuk “Menjadi” dan merupakan referensi untuk tugas hidup penulis pada masa depan: Membuat Sejarah-sejarah Kebajikan….

aku tahu kau bukan keturunan Narcissus, tapi tetap saja belum kongkrit buatku
“…telah memisahkan dan mengembalikanku kepada Tuhan…”
sepertinya itu hanya bisa dialami
dan barangkali kasusku akan berbeda denganmu
benarkah begitu?
benar…

“oh Tuhan, Kau sedang bermukim di antara aku dan mereka”

tapi kenapa aku masih belum merasakan pencerahan ???
sepertinya aku masih belum terbebaskan..
mungkin karena pencerahan itu adalah peng-alam-an
,,,shalatlah dulu…
emmm kau saja…
jika kau usai shalat, ceritakan padaku apa kata Tuhan yang dititipkan padamu
agar aku dapat menemukan jalan pencerahan…
ka2 salam ya untuk DIA…


Responses

  1. We’ll wait to read your poem. Bring back your freedom, I ll miss you alot..

  2. Sedikit aneh, karena menurutku Tuhan ada dimana-mana. Memang bahwa jika kita melihat jika mungkin dari keadaan yang ada. Kita tak tahu yang benar dan yang salah, padahal logika biasa dapat membuktikannya. Misalnya kata astrolog (=penyembah berhala) orang yang berbintang pisces akan demikian,,,,demikian nasibnya… . Lha…lha…..lha itu ada pesawat terbang jatuh dan penumpangnya hilang nyawanya semua, apakah semuanya berbinyang pisces, apakah semuanya berbintang virgo , la…lha..lha… adakah semuanya bershio kerbau ?? Belum lagi kenyataan bencana tsunami. Jakarta yang membodohkan orang sesungguhnya ujung-ujungnya duit semua.

    Soekarno adalah sesuatu yang mewakilii peradaban tinggi yang berupaya menegakkam tonggak-tonggak obyektivitas, cukup baik asal jangan terlalu mengkultuskan, dan menerapkan Soekarnoisme laksana rumus jimat. Ingat…ingat sifat beo dan bebek yang kurang menyadari kontekstualitas.

    Jika mungkin masih belum memahami, banyak ideologi yang tujuannya baik, tetapi belum tentu hal itu tinggi. Ideologi islam dan hingar bingar Amerika pada dasarnya sama, yaitu memanusiakan manusia, sebab Amerika sudah meninggalkan dunia pengkultusan raja dan lebih demokrasi sesuai asas “Allah tak pandang bulu”. Soekarno sudah menulis menyoal pribadi yang masih bermental inlanders, mental bangsawan. Orang-orang demikian masih perlu diproses dalam kawah candradimukanya Indonesia.

    Dan jika mungkin belum jelas, inilah satu titik rahasia, dapat engkau renungkan. Hinduisme fundamental mengajarkan manusia terus ,emerus nerinkarnasi menjadi mahadewea, terus buddha, terus jadi Allah swt. Sedangkan hal yang bertolak belakang adalah bahwa ajaran Kristen mengatakan bahwa Allahlah yang berinkarnasi menjadi manusia. Di dalam ajaran kristen, manusia mati satu kali, di sorga tak ada bidadari, dsb..dsb, berbeda dengan alamnya hinduisme. Di dalam Kristen orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nurani dan hukum taurat langsung masuk neraka, di dalam hinduisme masih bisa bereinkarnasi, bebazzzz, tapi dunia kristen memandang kebebasan itu adalah mental budak dari iblis. dan disebut pahit, atau disebut “mental tempe” menurut istilah Soekarno.

    Kiranya jika mungkin engkau dapat menyelami semua hal penjelasan ini, dan menjadi cerah. Semua hal ini hanya cara berpikir yang berbeda saja.

  3. *”…ORANG_ORANG DEMIKIAN itu masih perlu diproses dalam kawah candradimuka-nya Indonesia..”

    Hemm.. ayolah jangan diskriminatif pada diri sendiri..

    Dan satu lagi manusia bertanya terkadang bukan karena ingin memperoleh pencerahan, melainkan justru telah tercerahkan.

    ohy.. ada pepatah bijak yang mungkin tak ada kaitan dengan ini. Tapi boleh juga diresapi. “..jangan bernyanyi karena alasan agar kita bahagia, tapi bernyanyilah karena kita telah berbahagia..”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: