Oleh: hafidzohalmawaliy | Juli 8, 2008

Kisah tentang Hutanku dan Bapakku

Tentang hutan di Jawa Tengah…

Bisakah kamu bercerita apa saja tentang hal itu??
Dulu di tahun ’98 – ’99 yang paling parah, sampai tahun 2000-an
hampir 24 jam ‘blandong’ suka lewat di depan rumahku
mereka membawa kayu minimal panjangnya 4/5 meter
dengan diameter minimal 20/30 cm

Bagaimana pendapatmu terhadap blandong??
tadinya aku berpikir mereka adalah rakyat kecil yang butuh makan
tapi ternyata mereka memang orang kecil yang butuh sesuap nasi
tapi dimanfaatkan oleh para cukong nakal.
kau tahu hampir setiap malam polisi hutan terdengar melepaskan tembakan.
Para blandong itu mempertaruhkan nyawanya di tengah hutan
tapi hasilnya orang lain yang mendulang,
pernah ada yang sembunyi minta pertolongan bapakku karena diburu polisi sampai ke kampung
jujur aku suka ketakutan, waktu itu..

Apakah bagi orang2 tua hal demikian tidak mengingatkan mereka kepada masa penjajahan dulu?
seingatku bapak hanya bilang tentang kondisi ’65 – ’83an
di mana semua orang diburu hingga ke pelosok-pelosok desa dan tembak di tempat
karena dianggap subversif
maksud saya ‘semua orang’ adalah orang kecil yang dicurigai

Apakah kamu tahu apa alasan pembenar bagi tindakan yang dilakukan oleh Blandong?
apa alasan pembenar mereka mencuri kayu di hutan jati Perhutani?
mereka bilang mereka sakit hati pada negara
yang menguasai hutan rakyat
tanpa rakyat tahu
ke mana hasil yang diperoleh dari pengelolaan itu
makanya mereka geram
dan menjarah hutan dengan membabi buta
dengan alasan mereka punya ‘hak jua’ di sana

kau tahu kenapa pohon kelapa di kampungku semua mati
dan akhirnya bapak memutuskan untuk menanam jati?
itu karena hewan2 serangga dan hama lainnya yang tadinya di hutan tidak punya lahan lagi, lalu pergi ke kampung memakan apa saja

Informasi dari seorang teman, di Jawa Tengah dalam 10 tahun terakhir sudah 31 orang yang tewas ditembak polisi hutan, karena diduga sebagai blandong
apa menurutmu itu sudah tepat?
mengapa?
tentu saja itu tdk tepat

Mengapa tidak semua orang mengikuti jejak bapak untuk menanam jati?
aku tidak tahu
mungkin mereka lebih suka pergi dari kampung
seperti dirimu?

tidak mereka jadi TKI di luar negeri atau menjadi buruh di kebun-kebun sawit di pelosok Kalimantan

Bapakku sendiri sudah tua
apa yang bisa dilakukan selain untuk berbuat hal itu, menanam jati
untuk anak cucunya,
sedang menggarap sawah bukan hobinya.

Dahulu waktu bapak masih muda, ia menanam apa saja di kampungnya
pohon mangga, nangka, jambu, randu, bambu apus, juga pohon kelapa berpuluh-puluh jumlahnya
juga karena ia tak ingin anak cucunya terlantar.
tapi ternyata itu semua mendadak berubah, dengan bergantinya zaman…
begitu juga dengan burung kacer, sikatan, pipit, atau prenjak dan jalak,
yang dulu setiap pagi terdengar cericitnya di pohon-pohon mangga,
atau di atas lebatnya bambu di pojok kampung
atau kadang sesekali kulihat sepasang mata burung hantu yang bertengger di atas dahan nangka,
kini semuanya tak ada..
meski dulu aku suka takut melihat tajam matanya
tapi aku rasa kini aku kehilangan mereka..

Itulah mengapa bapak menanam 70-an bibit jati di kampung
tidak banyak, tapi katanya cukup untuk menggantikan pohon kelapa yang hilang
mati, dan jumlahnya ada puluhan pula
ia pun tidak takut kampungnya jadi hutan
justru itu yang akan mengembalikan hewan-hewan lucu itu datang kembali
karena menemukan habitat barunya..

tapi benarkah begitu???
mungkin anak-anakku nanti yang akan menyaksikannya
dan bapak barangkali hanya bisa membayangkannya saja saat ini..

Bagaimana soal kekerasan yang disinggung di atas?
Kenapa tidak tepat?
awalnya aku sepakat aparat bergerak memburu mereka ‘blandong’
untuk menghentikan perusakan hutan
tapi tidak untuk menembak mereka
harusnya negara bertanggungjawab dengan apa yang dilakukan rakyat
‘menjarah hutan’
kebijakan yang mereka jalankan harus dirubah
agar rakyat tidak lagi merasa dikelabuhi

apa saja kekerasan yang dialami masyarakat selain penembakan itu?
setahuku mereka banyak yang dipenjarakan
tapi tidak demikian bagi para cukong kayu itu
hanya ‘blandong’ saja yang diburu
bahkan di kampungku mereka banyak yang didatangi rumahnya
dan dijarah seluruh isinya
maksudku semua barang /kayu mentah maupun jadi yang dianggap hasil mencuri hutan
ada beberapa yang rumahnya dirubuhkan dan kayunya disita
selain itu mereka ada juga yang dilumpuhkan
ditembak kakinya
tanpa memperoleh pengadilan

aku tidak tahu apakah data ’31 orang’ itu pasti
tapi kalau menyaksikan peristiwa di tahun-tahun itu
daerah-daerah kantung hutan seperti Jepara, Pati, Purwodadi hingga Blora, yang kutahu
semuanya disisir habis oleh polisi
tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa ada sejumlah rakyat yang hidupnya ‘mendadak berada’ secara materi, karena ikut menjarah hutan saat itu..

Menurutmu apa faktor yang menyebabkan kekerasan/konflik itu terjadi?
aku pikir semua orang lupa diri saat itu
‘yang rakyat’ terlalu marah pada negara seolah membabi buta
‘yang aparat’ juga mentang-mentang diberi kuasa pegang senjata
seolah ‘sah’ menembak siapa saja

Apakah saat ini masih lupa diri juga?
sepertinya begitu, antara kekecewaan rakyat yang tak terbendung dan kesewenangan aparat hukum

Apakah tidak soal perebutan sumberdaya?
ketidakadilan distribusi?
atau hal yang bersifat struktural demikian?

Itu akarnya
yang muncul dipermukaan bagi orang awam hanya 2 hal itu

Bagus sekali kacamatamu hari ini?
Itu karena aku sedang belajar pada sang guru
aku pikir aku akan bersaing dengannya
dengan kacamata profesor
Hahaha..

kau sudah makan?
ayo makanlah dulu
Karena rasa lapar bisa membuat banyak orang marah
sebagaimana yang diceritakan..
aku tidak pernah marah kalau lapar

baiklah.. cerita ini akan kusimpan
simpan di mana?
akan jadi bahan penting tentunya
dikonversi ke dalam file Pdf
maksudnya di dalam Mc Word
di dalam komputer ku..

Taukah kau, aku telah menyimpannya di dalam otakku..

peristiwa-peristiwa pilu itu,
mengendap sejak hampir sepuluh tahun lalu..


Responses

  1. sweat memories


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: