Oleh: hafidzohalmawaliy | Maret 25, 2009

Buah Hati Perempuan

Ada banyak yang tak terurai Nak,

Dua hari ini, 22-23 Januari

Tak ’ada apa-apa’ yang terjadi

Tapi, ayah tetap saja sabar menunggui

Bukan untuk siapa

Hanya untukmu

Pemimpin redaksi itu mangkir untuk merayakan tahun baru

Tapi, ayah tetap saja menunggu, meski dengan geram

Sedang ibu hendak duduk sejenak

Menghampiri sekelompok perempuan yang tengah belajar

Bukan untuk apa-apa

Untuk belajar pula bersama

Kau pasti tengah tertidur mendekap lambung ibu

Meski begitu kuminta kau temani ibu

Seperti ayah

Bersabarlah,

Suatu saat kau pasti mengerti

Ini bukan untuk siapa

Hanya untukmu

Untuk kebersamaan kita yang panjang itu

Jakarta, Januari 2009


Responses

  1. itulah kehidupan kita saat masa kecil yang ingin selalu
    di dekap oleh ibu,…:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: